082133445568
Memahami Risiko pada Water Heater dan Kewajiban Riksa Uji

Memahami Risiko pada Water Heater dan Kewajiban Riksa Uji

  • Category: Artikel
  • Date 10-02-2026

Water heater kerap dipandang sebagai peralatan utilitas biasa yang berfungsi menyediakan air panas. Namun, di balik fungsinya yang sederhana, water heater memiliki karakteristik teknis yang menempatkannya dalam kategori bejana tekan. Kesalahan dalam memahami klasifikasi ini dapat berujung pada pengabaian aspek keselamatan yang berisiko tinggi.

Water Heater dalam Perspektif Bejana Tekan

Secara teknis, bejana tekan adalah peralatan yang dirancang untuk menampung fluida dengan tekanan tertentu yang lebih tinggi dari tekanan atmosfer. Water heater bertipe tangki memenuhi kriteria tersebut karena:

  • Memiliki tangki tertutup

  • Mengoperasikan air panas bertekanan

  • Bekerja pada kombinasi tekanan dan temperatur tertentu

  • Dilengkapi dengan komponen pengaman tekanan

Kondisi ini menjadikan water heater tidak hanya sebagai alat pemanas, tetapi juga sebagai sistem bertekanan yang menyimpan energi potensial berbahaya jika tidak dikendalikan dengan baik.

Potensi Risiko pada Water Heater Bertekanan

Risiko utama water heater sebagai bejana tekan tidak selalu muncul secara instan, melainkan berkembang secara bertahap, antara lain:

  • Peningkatan tekanan akibat kenaikan temperatur

  • Kegagalan katup pengaman (safety valve)

  • Penipisan material tangki akibat korosi internal

  • Penumpukan kerak yang mengurangi volume efektif

Jika kondisi tersebut tidak terdeteksi, kegagalan sistem dapat terjadi secara tiba-tiba dan menimbulkan dampak serius terhadap keselamatan pekerja dan lingkungan sekitar.

Mengapa Uji Riksa Menjadi Kewajiban

Uji riksa berfungsi sebagai langkah preventif untuk memastikan bahwa water heater tetap beroperasi dalam batas aman sesuai desain awalnya. Melalui uji riksa, dilakukan pemeriksaan terhadap:

  • Kondisi fisik tangki dan sambungan

  • Tekanan kerja aktual dibandingkan dengan tekanan desain

  • Fungsi katup pengaman dan instrumen pengendali

  • Kesesuaian instalasi dengan persyaratan keselamatan

Uji riksa tidak hanya menilai apakah water heater masih dapat beroperasi, tetapi juga menentukan tingkat kelayakan dan keamanan penggunaannya.

Dampak Pengabaian Uji Riksa

Pengoperasian water heater tanpa uji riksa berkala berpotensi menimbulkan:

  • Risiko ledakan akibat overpressure

  • Kebocoran air panas bertekanan

  • Kerusakan fasilitas dan peralatan pendukung

  • Cedera serius hingga kecelakaan kerja fatal

Selain aspek keselamatan, pengabaian uji riksa juga dapat berdampak pada ketidakpatuhan terhadap regulasi K3 yang berlaku.

Uji Riksa sebagai Bagian dari Manajemen Risiko

Dalam sistem manajemen K3, uji riksa water heater seharusnya diposisikan sebagai bagian dari pengendalian risiko, bukan sekadar kewajiban administratif. Dengan uji riksa yang dilakukan secara berkala, potensi kegagalan dapat diidentifikasi lebih awal, sehingga tindakan korektif dapat dilakukan sebelum terjadi insiden.

Kesimpulan

Water heater, khususnya tipe tangki, merupakan peralatan bertekanan yang memiliki potensi bahaya signifikan apabila tidak dikelola dengan baik. Memahami water heater sebagai bejana tekan menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran keselamatan. Oleh karena itu, pelaksanaan uji riksa secara berkala merupakan kewajiban yang tidak dapat diabaikan, baik untuk menjamin keselamatan operasional maupun untuk memastikan kepatuhan terhadap prinsip keselamatan dan kesehatan kerja.

Kata Kunci: Water Heater, Bejana, Tekan, Uji Riksa, K3, Tekanan, Tangki Bertekanan, Safety Valve, Cahaya Perkasa Inspeksindo, PT.CPI


Share This

Comments