Water heater kerap dipandang sebagai peralatan utilitas biasa yang berfungsi menyediakan air panas. Namun, di balik fungsinya yang sederhana, water heater memiliki karakteristik teknis yang menempatkannya dalam kategori bejana tekan. Kesalahan dalam memahami klasifikasi ini dapat berujung pada pengabaian aspek keselamatan yang berisiko tinggi.
Secara teknis, bejana tekan adalah peralatan yang dirancang untuk menampung fluida dengan tekanan tertentu yang lebih tinggi dari tekanan atmosfer. Water heater bertipe tangki memenuhi kriteria tersebut karena:
Memiliki tangki tertutup
Mengoperasikan air panas bertekanan
Bekerja pada kombinasi tekanan dan temperatur tertentu
Dilengkapi dengan komponen pengaman tekanan
Kondisi ini menjadikan water heater tidak hanya sebagai alat pemanas, tetapi juga sebagai sistem bertekanan yang menyimpan energi potensial berbahaya jika tidak dikendalikan dengan baik.
Risiko utama water heater sebagai bejana tekan tidak selalu muncul secara instan, melainkan berkembang secara bertahap, antara lain:
Peningkatan tekanan akibat kenaikan temperatur
Kegagalan katup pengaman (safety valve)
Penipisan material tangki akibat korosi internal
Penumpukan kerak yang mengurangi volume efektif
Jika kondisi tersebut tidak terdeteksi, kegagalan sistem dapat terjadi secara tiba-tiba dan menimbulkan dampak serius terhadap keselamatan pekerja dan lingkungan sekitar.
Uji riksa berfungsi sebagai langkah preventif untuk memastikan bahwa water heater tetap beroperasi dalam batas aman sesuai desain awalnya. Melalui uji riksa, dilakukan pemeriksaan terhadap:
Kondisi fisik tangki dan sambungan
Tekanan kerja aktual dibandingkan dengan tekanan desain
Fungsi katup pengaman dan instrumen pengendali
Kesesuaian instalasi dengan persyaratan keselamatan
Uji riksa tidak hanya menilai apakah water heater masih dapat beroperasi, tetapi juga menentukan tingkat kelayakan dan keamanan penggunaannya.
Pengoperasian water heater tanpa uji riksa berkala berpotensi menimbulkan:
Risiko ledakan akibat overpressure
Kebocoran air panas bertekanan
Kerusakan fasilitas dan peralatan pendukung
Cedera serius hingga kecelakaan kerja fatal
Selain aspek keselamatan, pengabaian uji riksa juga dapat berdampak pada ketidakpatuhan terhadap regulasi K3 yang berlaku.
Dalam sistem manajemen K3, uji riksa water heater seharusnya diposisikan sebagai bagian dari pengendalian risiko, bukan sekadar kewajiban administratif. Dengan uji riksa yang dilakukan secara berkala, potensi kegagalan dapat diidentifikasi lebih awal, sehingga tindakan korektif dapat dilakukan sebelum terjadi insiden.
Water heater, khususnya tipe tangki, merupakan peralatan bertekanan yang memiliki potensi bahaya signifikan apabila tidak dikelola dengan baik. Memahami water heater sebagai bejana tekan menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran keselamatan. Oleh karena itu, pelaksanaan uji riksa secara berkala merupakan kewajiban yang tidak dapat diabaikan, baik untuk menjamin keselamatan operasional maupun untuk memastikan kepatuhan terhadap prinsip keselamatan dan kesehatan kerja.
Kata Kunci: Water Heater, Bejana, Tekan, Uji Riksa, K3, Tekanan, Tangki Bertekanan, Safety Valve, Cahaya Perkasa Inspeksindo, PT.CPI