Dalam sistem keselamatan kebakaran (fire safety), Fire Protection System (FPS) merupakan komponen vital untuk melindungi manusia, aset, dan keberlangsungan operasional bangunan maupun fasilitas industri. Secara umum, sistem proteksi kebakaran terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu Active Fire Protection System dan Passive Fire Protection System. Keduanya memiliki fungsi, cara kerja, serta pendekatan pengendalian risiko kebakaran yang berbeda, namun saling melengkapi.
Active Fire Protection System adalah sistem proteksi kebakaran yang bekerja secara aktif dan membutuhkan aksi atau aktivasi, baik otomatis maupun manual, untuk mendeteksi, memperingatkan, atau memadamkan kebakaran.
Fire Alarm System (detektor asap, panas, dan api)
Sprinkler otomatis
APAR (Alat Pemadam Api Ringan)
Hydrant system
Fire pump
Gas suppression system (FM-200, CO?, dll)
Memerlukan sumber energi (listrik, tekanan air, atau gas)
Mengandalkan sensor dan komponen mekanis
Efektif dalam mengendalikan api secara langsung
Membutuhkan pemeriksaan, pengujian, dan perawatan berkala
Sistem aktif yang tidak diuji secara rutin berisiko gagal berfungsi saat kondisi darurat. Oleh karena itu, uji riksa K3 menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh komponen Active Fire Protection System tetap andal dan sesuai standar keselamatan.
Berbeda dengan sistem aktif, Passive Fire Protection System berfungsi tanpa perlu aktivasi. Sistem ini dirancang untuk menahan, membatasi, dan memperlambat penyebaran api serta asap, sehingga memberikan waktu evakuasi yang aman bagi penghuni.
Fire resistant wall dan fire-rated door
Fire stopping (sealant pada penetrasi kabel/pipa)
Fireproofing pada struktur baja
Kompartemenisasi ruangan
Pelapis tahan api (intumescent coating)
Tidak memerlukan sumber energi
Bekerja secara pasif melalui desain dan material
Berfungsi sejak awal kebakaran
Fokus pada perlindungan struktur dan jalur evakuasi
Meskipun bersifat pasif, sistem ini tetap harus diperiksa kondisinya secara berkala untuk memastikan material tidak rusak, terkelupas, atau mengalami penurunan fungsi akibat usia bangunan.