082133445568
Active dan Passive Fire Protection System: Perbedaan, Fungsi, dan Perannya dalam Keselamatan Kebakaran -1

Active dan Passive Fire Protection System: Perbedaan, Fungsi, dan Perannya dalam Keselamatan Kebakaran -1

  • Category: Artikel
  • Date 05-02-2026

Dalam sistem keselamatan kebakaran (fire safety), Fire Protection System (FPS) merupakan komponen vital untuk melindungi manusia, aset, dan keberlangsungan operasional bangunan maupun fasilitas industri. Secara umum, sistem proteksi kebakaran terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu Active Fire Protection System dan Passive Fire Protection System. Keduanya memiliki fungsi, cara kerja, serta pendekatan pengendalian risiko kebakaran yang berbeda, namun saling melengkapi.

1. Active Fire Protection System (AFPS)

Active Fire Protection System adalah sistem proteksi kebakaran yang bekerja secara aktif dan membutuhkan aksi atau aktivasi, baik otomatis maupun manual, untuk mendeteksi, memperingatkan, atau memadamkan kebakaran.

Contoh Active Fire Protection System:

  • Fire Alarm System (detektor asap, panas, dan api)

  • Sprinkler otomatis

  • APAR (Alat Pemadam Api Ringan)

  • Hydrant system

  • Fire pump

  • Gas suppression system (FM-200, CO?, dll)

Karakteristik Utama:

  • Memerlukan sumber energi (listrik, tekanan air, atau gas)

  • Mengandalkan sensor dan komponen mekanis

  • Efektif dalam mengendalikan api secara langsung

  • Membutuhkan pemeriksaan, pengujian, dan perawatan berkala

Sistem aktif yang tidak diuji secara rutin berisiko gagal berfungsi saat kondisi darurat. Oleh karena itu, uji riksa K3 menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh komponen Active Fire Protection System tetap andal dan sesuai standar keselamatan.

2. Passive Fire Protection System (PFPS)

Berbeda dengan sistem aktif, Passive Fire Protection System berfungsi tanpa perlu aktivasi. Sistem ini dirancang untuk menahan, membatasi, dan memperlambat penyebaran api serta asap, sehingga memberikan waktu evakuasi yang aman bagi penghuni.

Contoh Passive Fire Protection System:

  • Fire resistant wall dan fire-rated door

  • Fire stopping (sealant pada penetrasi kabel/pipa)

  • Fireproofing pada struktur baja

  • Kompartemenisasi ruangan

  • Pelapis tahan api (intumescent coating)

Karakteristik Utama:

  • Tidak memerlukan sumber energi

  • Bekerja secara pasif melalui desain dan material

  • Berfungsi sejak awal kebakaran

  • Fokus pada perlindungan struktur dan jalur evakuasi

Meskipun bersifat pasif, sistem ini tetap harus diperiksa kondisinya secara berkala untuk memastikan material tidak rusak, terkelupas, atau mengalami penurunan fungsi akibat usia bangunan.

Tabel Perbandingan Active dan Passive Fire Protection System

Comments