082133445568
Standar Kelayakan LPG Storage Tank dan Komponen yang Wajib Diperiksa

Standar Kelayakan LPG Storage Tank dan Komponen yang Wajib Diperiksa

  • Category: Artikel
  • Date 13-04-2026

LPG (Liquefied Petroleum Gas) merupakan salah satu sumber energi yang banyak digunakan di sektor industri maupun komersial. Penyimpanan LPG umumnya dilakukan dalam storage tank bertekanan tinggi yang memiliki risiko besar apabila tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, penerapan standar kelayakan melalui proses riksa uji menjadi hal yang sangat penting guna menjamin keselamatan operasional dan mencegah terjadinya kecelakaan kerja.

Pentingnya Standar Kelayakan LPG Storage Tank

LPG bersifat mudah terbakar dan berada dalam kondisi bertekanan, sehingga potensi bahaya seperti kebocoran, kebakaran, hingga ledakan (BLEVE) dapat terjadi jika tangki tidak memenuhi standar kelayakan.

Standar kelayakan bertujuan untuk:

  • Memastikan tangki aman digunakan

  • Mencegah kegagalan struktur

  • Menjamin sistem pengaman bekerja optimal

  • Memenuhi regulasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Proses ini biasanya dilakukan melalui inspeksi berkala oleh tenaga ahli bersertifikat sesuai peraturan yang berlaku.

Komponen yang Wajib Diperiksa

1. Shell (Badan Tangki)

Shell merupakan bagian utama yang menampung LPG dalam kondisi bertekanan. Pemeriksaan difokuskan pada korosi atau karat, retakan (crack), penipisan material, deformasi bentuk. Metode yang digunakan meliputi inspeksi visual dan pengujian ketebalan menggunakan Ultrasonic Test (UT).

2. Sambungan Las (Weld Joint)

Sambungan las merupakan titik kritis yang rentan mengalami kegagalan struktur. Pemeriksaan meliputi retakan halus, cacat pengelasan, porositas. Metode uji yang digunakan seperti Dye Penetrant Test, Radiography Test, Ultrasonic Test.

3. Safety Valve (Pressure Relief Valve)

Safety valve berfungsi sebagai pengaman utama untuk mengurangi tekanan berlebih di dalam tangki. Hal yang diperiksa di antaranya adalah fungsi buka-tutup valve, tekanan kerja (set pressure), dan kebocoran. Kegagalan komponen ini dapat menyebabkan tekanan berlebih yang berujung pada ledakan.

4. Pressure Gauge dan Level Indicator

Instrumen ini digunakan untuk memantau kondisi tekanan dan volume LPG di dalam tangki. Pemeriksaan meliputi akurasi pembacaan, kalibrasi alat, kondisi fisik perangkat. Instrumen yang tidak akurat dapat menyebabkan kesalahan pengambilan keputusan operasional.

5. Sistem Perpipaan dan Valve

Sistem ini mencakup jalur masuk dan keluar LPG dari tangki. Pemeriksaan meliputi kebocoran pada pipa, korosi, kondisi flange dan gasket, serta fungsi valve. Kebocoran kecil pada sistem ini dapat berkembang menjadi risiko besar.

6. Support dan Pondasi Tangki

Struktur penopang tangki memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan. Pemeriksaan berupa retakan pada pondasi, penurunan tanah (settlement) dan korosi pada dudukan. Kerusakan pada bagian ini dapat menyebabkan pergeseran atau keruntuhan tangki.

7. Sistem Proteksi (Safety System)

Sistem proteksi berfungsi sebagai mitigasi ketika terjadi kondisi darurat. Sistem proteksi meliputi Sistem pemadam kebakaran (hydrant/sprinkler), Gas detector, Emergency shut down system. Keberadaan sistem ini sangat penting untuk meminimalisir dampak kecelakaan.

8. Coating dan Proteksi Korosi

Lapisan pelindung tangki berfungsi mencegah kerusakan akibat lingkungan. Pemeriksaan meliputi kondisi cat pelindung, korosi di bawah lapisan, sistem proteksi tambahan seperti cathodic protection. Korosi merupakan salah satu penyebab utama kegagalan tangki.

Tabel Ringkasan Pemeriksaan

Komponen

Jenis Pemeriksaan

Risiko Jika Gagal

Shell

Visual, UT

Kebocoran, ledakan

Weld Joint

PT, RT, UT

Retak, kegagalan struktur

Safety Valve

Uji fungsi

Overpressure, ledakan

Pressure & Level

Kalibrasi

Kesalahan operasional

Pipa & Valve

Leak test, visual

Kebocoran gas

Pondasi

Visual

Miring/roboh

Safety System

Uji fungsi

Dampak kecelakaan besar

Coating

Visual

Korosi

Kesimpulan

Standar kelayakan LPG storage tank merupakan aspek krusial dalam menjaga keselamatan operasional di lingkungan industri. Pemeriksaan terhadap komponen utama seperti shell, sambungan las, safety valve, hingga sistem proteksi harus dilakukan secara berkala melalui proses riksa uji.

Dengan memastikan seluruh komponen dalam kondisi layak, risiko kecelakaan seperti kebocoran dan ledakan dapat diminimalisir secara signifikan. Oleh karena itu, riksa uji tidak hanya menjadi kewajiban regulasi, tetapi juga investasi penting dalam menjaga keselamatan pekerja dan keberlangsungan operasional industri.

Share This

Comments