082133445568
Mencegah Tragedi PIK Berulang: Pentingnya Riksa Uji Penyalur Petir pada Bangunan Tinggi

Mencegah Tragedi PIK Berulang: Pentingnya Riksa Uji Penyalur Petir pada Bangunan Tinggi

  • Category: Artikel
  • Date 14-01-2026

Insiden kebakaran di Gedung Tzu Chi, Pantai Indah Kapuk (PIK), membuka mata kita bahwa sistem penangkal petir bukan sekadar tiang di atas atap. Pertanyaan besarnya: Bagaimana mungkin kabel baja gondola menjadi target sambaran, padahal gedung sudah memiliki sistem proteksi?

Secara teknis, petir tidak menyambar secara acak. Sambaran pada kabel gondola adalah indikasi adanya celah dalam sistem instalasi penyalur petir, terutama pada aspek Grounding dan Equipotential Bonding.

Mengapa Kabel Gondola Menjadi "Jalur Alternatif"?

Petir mencari jalur dengan hambatan (impedansi) terkecil menuju bumi. Jika sistem proteksi eksternal tidak bekerja optimal, elemen logam seperti kabel gondola yang tinggi dan terbuka akan menjadi konduktor yang menarik bagi muatan listrik.

Beberapa faktor teknis penyebabnya antara lain:

  1. Celah pada Zona Proteksi (Rolling Sphere): Seringkali terminal petir hanya dipasang di puncak tertinggi, namun sisi samping gedung tidak tercover. Dalam standar K3, area kabel gondola seharusnya masuk dalam radius proteksi. Jika tidak, kabel tersebut berfungsi sebagai "penangkal petir tidak resmi".

  2. Absensi Equipotential Bonding: Ini adalah poin krusial. Semua logam besar yang menggantung di sisi gedung (seperti rel atau kabel gondola) wajib terhubung ke sistem grounding gedung. Jika tidak ada bonding, akan terjadi perbedaan potensial yang besar saat petir mendekat, memicu loncatan bunga api (flashover) ke struktur gedung yang memicu kebakaran.

  3. Tahanan Grounding yang Tinggi: Jika nilai resistansi grounding melebihi 5 Ohm (sesuai standar Depnaker), arus petir tidak akan segera terdisipasi ke tanah, melainkan membalik atau mencari jalur lain yang lebih konduktif di struktur bangunan.

Dampak Fatal Grounding yang Buruk

Kebakaran bukanlah akibat langsung dari petir, melainkan akibat dari kegagalan sistem pembuangan arus. Arus ribuan Ampere yang tertahan akan menghasilkan panas ekstrem yang sanggup:

  • Melelehkan baja kabel gondola.

  • Membakar lapisan fasad atau material Aluminium Composite Panel (ACP) yang mudah terbakar.

  • Merusak perangkat elektronik di dalam gedung melalui lonjakan tegangan (surge).

Solusi: Riksa Uji K3 secara Berkala

Kasus ini membuktikan bahwa instalasi penangkal petir bersifat dinamis. Korosi, sambungan yang lepas, atau perubahan struktur gedung dapat menurunkan fungsi proteksi. Pemeriksaan berkala wajib mencakup:

  • Uji Kontinuitas: Memastikan semua logam (termasuk gondola) sudah ter-bonding.

  • Uji Resistansi: Memastikan nilai grounding tetap di bawah ambang batas aman.

  • Analisis Sudut Perlindungan: Memastikan seluruh area kerja (termasuk area operasional gondola) terlindungi.

Kesimpulan

Peristiwa di PIK adalah pengingat bahwa keamanan bangunan tinggi bergantung pada detail teknis sistem proteksinya. Jangan menunggu insiden terjadi untuk memastikan sistem Anda berfungsi.

Share This

Comments