082133445568
Saat Energi Menurun, Risiko Meningkat: Tantangan K3 di Bulan Ramadhan

Saat Energi Menurun, Risiko Meningkat: Tantangan K3 di Bulan Ramadhan

  • Category: Artikel
  • Date 25-02-2026

Bulan Ramadhan merupakan periode ibadah yang dijalankan oleh umat Islam, di mana terjadi perubahan pola makan, tidur, dan ritme biologis harian. Dalam konteks Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), perubahan ini perlu dipandang sebagai variabel risiko tambahan yang harus dikelola secara sistematis.

Puasa bukan penyebab kecelakaan kerja. Namun, perubahan kondisi fisiologis dapat meningkatkan probabilitas human error apabila tidak diantisipasi melalui pendekatan manajemen risiko yang adaptif.

Perubahan Fisiologis dan Dampaknya terhadap Keselamatan Kerja

Selama berpuasa, pekerja mengalami:

  • Penurunan asupan cairan ? potensi dehidrasi

  • Perubahan pola tidur ? fatigue

  • Fluktuasi kadar gula darah ? penurunan konsentrasi

  • Penurunan stamina fisik pada pekerjaan berat

Pada pekerjaan berisiko tinggi seperti pengoperasian alat berat, instalasi listrik, pekerjaan di ketinggian, maupun peralatan bertekanan, kondisi ini dapat meningkatkan potensi insiden apabila kontrol tidak diperkuat.

Tabel Analisis Risiko Sebelum & Saat Ramadan

Berikut gambaran komparatif analisis risiko menggunakan pendekatan sederhana (Likelihood x Severity):

Aspek Risiko

Kondisi Normal (Sebelum Ramadhan)

Kondisi Saat Ramadhan

Potensi Dampak

Rekomendasi Pengendalian

Kelelahan (Fatigue)

Likelihood: Sedang

Likelihood: Meningkat

Human error, lambat respon

Penyesuaian shift & rotasi kerja

Dehidrasi (Outdoor Work)

Rendah–Sedang

Sedang–Tinggi

Heat stress, pusing

Pengaturan beban kerja & area teduh

Konsentrasi Operator

Stabil

Cenderung menurun sore hari

Kesalahan operasional alat

Penjadwalan kerja berat di pagi hari

Perilaku Shortcut Prosedur

Rendah

Sedang (menjelang berbuka)

Near miss, kecelakaan

Pengawasan ekstra jam kritis

Pekerjaan High Risk (Listrik/Ketinggian)

Risiko terkendali dengan SOP

Risiko meningkat bila fatigue tidak dikelola

Cedera serius/fatality

Toolbox meeting tematik Ramadan

Dari tabel tersebut terlihat bahwa yang berubah bukan tingkat keparahan (severity), melainkan probabilitas (likelihood) terjadinya kesalahan akibat faktor fisiologis.

Jam Kritis Operasional Selama Ramadan

Secara umum terdapat dua periode yang perlu perhatian khusus:

  1. Menjelang siang hari – energi mulai menurun.

  2. Menjelang berbuka puasa – fatigue meningkat dan muncul kecenderungan menyelesaikan pekerjaan lebih cepat.

Pada fase ini, risiko bukan berasal dari peralatan, melainkan dari penurunan kewaspadaan pekerja.

Strategi Pengendalian Risiko yang Adaptif

1?. Pengendalian Administratif

  • Penjadwalan ulang pekerjaan berisiko tinggi ke pagi hari

  • Rotasi tenaga kerja

  • Safety briefing khusus Ramadan

  • Monitoring kondisi fisik pekerja

2?. Pengendalian Teknis

  • Optimalisasi ventilasi dan pengurangan paparan panas

  • Pre-start inspection lebih disiplin

  • Pengawasan tambahan pada sistem kritis

3?. Penguatan Safety Culture

  • Standar K3 tidak boleh diturunkan

  • Dorongan pelaporan near miss

  • Evaluasi risiko musiman sebagai bagian dari continuous improvement

Penutup

Ramadan bukan hambatan dalam penerapan K3, melainkan momentum untuk memperkuat disiplin dan kesadaran risiko. Ketika energi fisik menurun, sistem pengendalian harus ditingkatkan. Dengan pendekatan manajemen risiko yang adaptif dan berbasis data, perusahaan tetap dapat menjaga produktivitas tanpa mengorbankan keselamatan. Karena dalam K3, pencegahan selalu lebih murah daripada penanganan insiden.

Share This

Comments