082133445568
Menjaga Ritme Keselamatan Kerja: Tetap Produktif dan Aman Bekerja di Bulan Ramadhan

Menjaga Ritme Keselamatan Kerja: Tetap Produktif dan Aman Bekerja di Bulan Ramadhan

  • Category: Artikel
  • Date 23-02-2026

Bulan Ramadhan membawa perubahan signifikan pada pola hidup kita—mulai dari jam tidur, asupan nutrisi, hingga hidrasi. Bagi seorang profesional, tantangannya adalah bagaimana menjaga ibadah tetap lancar tanpa menurunkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Bekerja dalam kondisi perut kosong dan rasa kantuk yang sesekali menyerang tentu membutuhkan strategi khusus agar produktivitas tidak berujung pada insiden. Berikut adalah panduan menjaga aspek K3 selama bulan suci:

1. Manajemen Kelelahan (Fatigue Management)

Penurunan kadar gula darah dan perubahan jam tidur dapat memengaruhi kecepatan reaksi dan pengambilan keputusan.

  • Prioritaskan Tugas: Selesaikan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi atau kekuatan fisik di pagi hari saat energi masih maksimal.

  • Power Nap: Jika memungkinkan, manfaatkan 15 menit waktu istirahat siang untuk memejamkan mata. Tidur singkat ini terbukti efektif mengembalikan fokus otak.

2. Strategi Hidrasi dan Nutrisi

Kunci keselamatan saat puasa dimulai sejak waktu Sahur.

  • Hidrasi Cerdas: Tubuh manusia membutuhkan air yang cukup untuk menjaga fungsi kognitif. Gunakan pola 2-4-2 (2 gelas saat buka, 4 gelas malam hari, 2 gelas saat sahur) agar tidak dehidrasi di siang hari.

  • Karbohidrat Kompleks: Pilih makanan seperti gandum, nasi merah, atau sayuran saat sahur agar energi dilepaskan secara perlahan ke dalam darah (slow release energy).

3. Kewaspadaan di Area Berisiko Tinggi

Bagi pekerja di lapangan, proyek, atau yang mengoperasikan alat berat, risiko human error meningkat saat puasa.

  • Sistem Buddy (Rekan Kerja): Selalu bekerja berpasangan. Saling mengawasi jika ada rekan yang mulai menunjukkan tanda-tanda lemas, pucat, atau hilang fokus.

  • Pengecekan Ekstra: Lakukan Pre-use inspection pada alat kerja dengan lebih teliti. Jangan memaksakan diri jika merasa pusing atau pandangan kabur.

4. Menjaga Emosi dan Keselamatan Berkendara

Kondisi psikis juga bagian dari K3. Menjelang waktu berbuka, seringkali terjadi fenomena "terburu-buru" di jalan raya.

  • Sabar di Jalan: Ingat bahwa keselamatan adalah prioritas utama. Lebih baik terlambat beberapa menit untuk berbuka di rumah daripada mengalami kecelakaan karena berkendara ugal-ugalan.


Kesimpulan: Ramadhan bukanlah penghalang untuk bekerja secara ekselen. Dengan perencanaan yang tepat, kita bisa menjalankan kewajiban agama sekaligus menjaga komitmen keselamatan. Karena pada akhirnya, tujuan kita bekerja adalah untuk menghidupi keluarga dan pulang ke rumah dalam keadaan selamat.

Share This

Comments